Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait memperkuat kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Sebanyak 616 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026 di 166 desa di Kabupaten Wonosobo.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Aman Desa 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, di halaman Mapolres Wonosobo, Selasa (20/10/2026). Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi kerawanan selama seluruh tahapan Pilkades.
Sebanyak 616 personel yang disiapkan terdiri atas 455 personel Polres Wonosobo dan 161 personel bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah satuan kepolisian di wilayah sekitar serta Brimob Polda Jawa Tengah.
Dukungan personel BKO tersebut meliputi Polres Temanggung sebanyak 33 personel, Polresta Magelang 30 personel, Polres Banjarnegara 33 personel, Polres Purworejo 30 personel, serta Brimob Polda Jawa Tengah sebanyak 35 personel.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama agar pengamanan dapat berjalan terkoordinasi, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, menekankan pentingnya kesiapan personel, deteksi dini terhadap potensi kerawanan, serta koordinasi yang kuat antar instansi. Menurutnya, upaya menjaga keamanan selama Pilkades membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi personel maupun kemampuan mengantisipasi perkembangan situasi.
Seluruh petugas juga diminta menjaga netralitas dan menjalankan tugas secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan setiap tahapan Pilkades berlangsung aman, tertib, lancar, dan demokratis, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menegaskan bahwa pengamanan Pilkades tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memastikan masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi di tingkat desa dengan aman dan nyaman.
“Pengamanan Pilkades bukan hanya untuk mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta menghormati perbedaan pilihan,” ujar Ricky.
Melalui Operasi Aman Desa 2026, pengamanan difokuskan pada pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kerawanan, pemantauan perkembangan situasi, serta pencegahan dini terhadap provokasi dan konflik yang dapat muncul akibat perbedaan pilihan.
Personel di lapangan juga diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan proporsional dalam merespons setiap perkembangan situasi. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, sehingga langkah pengamanan dapat dilakukan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat.
Penguatan koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, potensi gangguan diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin sesuai pilihan masing-masing. Karena itu, keamanan dan kelancaran pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Masyarakat Wonosobo diharapkan dapat menyikapi perbedaan pilihan secara dewasa, menjaga komunikasi yang baik, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Sikap saling menghormati dan mengutamakan persatuan menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan, baik selama tahapan Pilkades maupun setelah proses pemungutan suara selesai.
Dengan dukungan 616 personel gabungan, sinergi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap pelaksanaan Pilkades serentak di 166 desa pada 25 November 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan demokratis.
Selain itu, melalui Operasi Aman Desa 2026, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, mencegah potensi konflik, serta memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman. Dengan demikian, proses demokrasi di tingkat desa dapat berjalan dengan baik, sementara persatuan dan kerukunan masyarakat Kabupaten Wonosobo tetap terjaga.