Lewati ke konten utama
1/3

Bupati Wonosobo Buka Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris Jenjang SMA/SMK/MA, Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda

Superadmin
7 kali dilihat

Bukan sekadar soal barisan yang rapi dan gerakan yang serempak, Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris (LTUB BB) menjadi ajang menempa disiplin, kepemimpinan, dan karakter generasi muda. Semangat itulah yang mewarnai pembukaan lomba tingkat Kabupaten Wonosobo jenjang SMA/SMK/MA Tahun 2026 oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Halaman Gedung Adipura, Rabu (14/10/2026).

Diikuti 18 sekolah, kompetisi ini diharapkan melahirkan pelajar yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kekompakan untuk menghadapi tantangan masa depan. Lomba jenjang SMA/SMK/MA, melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan untuk jenjang SD dan SMP.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), para kepala sekolah, guru, pembina, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, tata upacara bendera dan baris-berbaris perlu dipandang lebih jauh daripada sekadar perlombaan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar untuk membangun ketertiban, kepemimpinan, dan kerja sama yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi pelajar SMA/SMK/MA, nilai-nilai tersebut harus berkembang menjadi kemampuan mengambil keputusan, menjaga komitmen, dan bertanggungjawab atas setiap pilihan,” pesannya.

Tegas Afif, generasi muda yang cerdas dan berprestasi harus memiliki karakter yang kuat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan masa depan. Untuk itu, ia menekankan tiga nilai utama yang perlu ditanamkan melalui kegiatan tersebut, yakni disiplin, kepemimpinan, dan integritas.

Pertama, disiplin harus tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap hukuman atau teguran. Disiplin tercermin dari kemampuan menghargai waktu, menaati aturan, menjaga konsistensi, dan menyelesaikan tanggung jawab tanpa harus terus-menerus diingatkan.

Kedua, kepemimpinan harus dibangun melalui keteladanan dan penghargaan terhadap orang lain. Dalam baris-berbaris, kekompakan hanya dapat terwujud apabila setiap anggota memahami perannya dan bergerak menuju tujuan bersama. Prinsip tersebut juga menjadi bekal penting bagi pelajar untuk belajar menyatukan perbedaan dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, integritas harus ditempatkan di atas ambisi untuk meraih kemenangan. Bupati mengingatkan peserta agar berjuang menjadi juara tanpa mengorbankan kejujuran, tetap rendah hati ketika berhasil, serta tidak menyerah ketika belum memperoleh hasil terbaik.

“Prestasi dapat membuka kesempatan, tetapi karakterlah yang menentukan bagaimana kesempatan itu digunakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afif menyampaikan bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keteladanan bersama, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Karena itu, nilai-nilai yang dilatih selama perlombaan diharapkan tidak berhenti di arena kompetisi, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, berintegritas, serta mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Untuk itu, Ia juga mengajak para pelajar mulai mempersiapkan masa depan Wonosobo melalui kesungguhan belajar, keberanian menghadapi tantangan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Jadilah generasi yang tidak hanya berusaha meraih keberhasilan bagi diri sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” pesannya kepada para peserta.

Sementara itu, Kepala Bidang PDOP Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Seno, menjelaskan bahwa Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan karena memiliki manfaat penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting yang membutuhkan pendampingan dan penguatan karakter. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan dapat belajar menghargai teman, menghormati guru, membangun kerja sama, serta mengembangkan rasa tanggung jawab.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekadar mencari juara, tetapi nilai-nilai yang diperoleh bisa diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Seno.

Ia menjelaskan, penilaian lomba baris-berbaris mencakup sejumlah aspek teknis, di antaranya kerapian, kekompakan, tenaga atau power, serta semangat peserta dalam melaksanakan gerakan. Terdapat sekitar 53–54 unsur gerakan yang menjadi bagian dari penilaian, dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan baris-berbaris yang berlaku. Untuk menjaga kualitas penilaian, Disdikpora melibatkan guru-guru yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Penilai juga diambil secara silang dari jenjang pendidikan berbeda. Pada lomba jenjangSMA/SMK/MA kali ini, penilaian melibatkan guru dari jenjang SMP dan SD yang menguasai materi terkait serta tidak melatih peserta yang dinilai. Pola tersebut diharapkan dapat mendukung penilaian yang tepat dan objektif, sekaligus menjaga kepercayaan seluruh sekolah yang mengikuti kompetisi.

Seno menambahkan, pelaksanaan lomba saat ini masih terbatas pada tingkat kabupaten dan belum berlanjut ke tingkat provinsi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari efisiensi anggaran yang turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah kegiatan di tingkat provinsi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tetap berupaya mempertahankan kegiatan ini karena dinilai penting bagi pembentukan karakter pelajar lintas jenjang pendidikan.

Rangkaian lomba tahun ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA. Pada pelaksanaan jenjang SD, tercatat 18 peserta, sedangkan jenjang SMP diikuti 21 peserta. Adapun jenjang SMA/SMK/MA diikuti 18 sekolah.

Melalui penyelenggaraan LTUB BB Tahun 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya terampil dan berprestasi, tetapi juga disiplin, tangguh, mampu bekerja sama, serta menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab. Dengan demikian, semangat yang dibangun melalui barisan di arena lomba diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi para pelajar untuk berkontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, dan masa depan Kabupaten Wonosobo.