Lewati ke konten utama

FKMT Perkuat Sinergi Majelis Taklim untuk Bangun Masyarakat Religius dan Berdaya

Superadmin
54 kali dilihat

Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) menjadi wadah penguatan koordinasi antar majelis taklim, peningkatan kualitas pengelolaan organisasi keagamaan, serta pengembangan dakwah yang berdampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam acara Pelantikan Pengurus FKMT Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/10/2026), di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo, Agus Kristianto, saat membacakan sambutan Bupati Wonosobo, menyampaikan bahwa kehidupan beragama merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang rukun, saling menghormati, dan memiliki kepedulian sosial. Apalagi di tengah perubahan zaman, penguatan nilai spiritual perlu berjalan seiring dengan pembangunan daerah.

Menurutnya, FKMT memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memperdalam pemahaman agama, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat ketahanan keluarga, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, keberadaan FKMT diharapkan mampu menyatukan potensi majelis taklim sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih terarah dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan organisasi keagamaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus FKMT Kabupaten Wonosobo yang hari ini dilantik. Amanah ini hendaknya dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta diwujudkan melalui program kerja yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Keberhasilan pembinaan keagamaan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan pengajian yang diselenggarakan. Lebih dari itu, keberhasilan perlu dilihat dari dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, seperti semakin kuatnya keluarga, tumbuhnya kepedulian sosial, terjaganya kerukunan, serta meningkatnya kesalehan sosial masyarakat.

Nilai-nilai agama perlu tercermin dalam perilaku jujur, santun, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, majelis taklim dapat mengambil peran nyata dalam mendampingi keluarga, membina generasi muda, dan membantu menjawab persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut disampaikan, FKMT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan kepedulian sosial yang kuat. Kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter serta terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya.

Sementara itu, Ketua FKMT Kabupaten Wonosobo terlantik, KH Mustofa Al Kifli, menjelaskan bahwa pengukuhan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dan koordinasi majelis taklim di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, FKMT dibentuk untuk memberikan legitimasi bagi majelis taklim, mengoordinasikan kegiatan antar lembaga, serta meningkatkan kualitas manajemen dan inovasi program agar pelayanan kepada jamaah semakin baik.

Sebanyak kurang lebih 40 pengurus dilantik untuk masa kepengurusan lima tahun. Kepengurusan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Rifaiyah, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan lainnya di Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan majelis taklim dari15 kecamatan. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pengembangan kegiatan pendidikan keagamaan serta pemberdayaan masyarakat.

KH Mustofa juga menegaskan bahwa FKMT diharapkan menjadi wadah yang terbuka dan inklusif bagi seluruh majelis taklim, tanpa membedakan latar belakang organisasi. Dengan demikian, potensi yang dimiliki masing-masing majelis taklim dapat dihimpun untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan surat keterangan operasional atau surat keterangan terdaftar kepada sembilan majelis taklim. Pemberian dokumen ini menjadi bagian dari upaya penguatan administrasi dan pendataan lembaga keagamaan agar keberadaan majelis taklim semakin tertib dan terkoordinasi.

Penghargaan Majelis Taklim Inspiratif diberikan kepada Majelis Taklim Jumat Berkah yang beraktivitas di Pasar Induk Wonosobo. Pasalnya, majelis taklim tersebut memiliki kegiatan yang tidak terbatas pada pengajian, tetapi juga mencakup kegiatan sosial, wisata religi, pendampingan jamaah, pemberian bantuan, dan santunan. Menurut KH Mustofa, kegiatan Jumat Berkah melibatkan sekitar 700 jamaah dan turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kedepan, prioritas FKMT adalah memperkuat pendataan majelis taklim di Kabupaten Wonosobo sekaligus mendorong lembaga-lembaga tersebut melengkapi administrasi dan memperoleh pengakuan sesuai ketentuan yang berlaku.

KH Mustofa menyampaikan bahwa jumlah majelis taklim yang telah terdata sebelum terbentuknya kepengurusan ini diperkirakan baru sekitar 50 lembaga. Sementara itu, jumlah majelis taklim yang ada di Wonosobo diperkirakan jauh lebih besar. Karena itu, FKMT diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi majelis taklim dalam proses pendataan dan koordinasi dengan Kementerian Agama.

Selain menjalankan fungsi koordinasi, FKMT diharapkan menjadi ruang demokratisasi kepengurusan dan pengembangan sumber daya manusia, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Forum ini juga diharapkan menjadi sarana komunikasi, informasi, motivasi, dan inovasi bagi kegiatan pendidikan serta kajian keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap para pengurus mampu menyusun program kerja yang terarah, menyerap aspirasi anggota, serta memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Persatuan, kerukunan, dan kemanfaatan sosial perlu menjadi landasan dalam menjalankan amanah organisasi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat, FKMT mampu memperkuat fondasi kehidupan keagamaan sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Wonosobo yang religius, rukun, sejahtera, dan berdaya.