Salah satu hasil interaksi dengan warga dan lingkungan Dieng, seperti dipaparkan koordinator KKN, Riza Arrafi, adalah munculnya ide untuk mengolah limbah Carica. Kalau biasanya warga yang mengolah Carica langsung membuang bijinya, di tangan para mahasiswa, biji tersebut ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat selai yang rasanya tak kalah nikmat dengan sirup carica.
Selain membantu warga memanfaatkan limbah carica, masa KKN juga dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengajari warga membuat blog, sebagai media online untuk mempromosikan objek wisata Dieng, beserta kelengkapan pendukung seperti penginapan dan beragam suvenir khas yang bisa dijual. Riza berharap, adanya inspirasi yang dimunculkan para Mahasiwa tersebut akan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan warga, serta membuat Dieng lebih dikenal sebagai objek wisata unggulan.
Hasil-hasil positif yang telah ditorehkan para Mahasiswa tersebut diakui pula Kades Dieng, Mardi Yuwono. Menurut Mardi, inspirasi dari Mahasiswa KKN UPN bahkan tak sebatas yang dipaparkan saja. Satu hal yang tak kalah penting, menurut Mardi adalah warga Dieng mulai terbuka wawasan bahwa sumber penghidupan tak hanya berasal dari lahan pertanian. Pertemuan dengan mahasiswa juga menumbuhkan optimisme warga akan potensi wisata dan kekayaan alam yang dimiliki Dieng, akan mampu menghidupi mereka.
Senada, Kepala Bappeda, Drs Amin Suradi MSi, yang mewakili Bupati melepas para mahasiswa juga merasakan, kehadiran KKN UPN di Kejajar memang memberi manfaat positif bagi tumbuhnya kreatifitas warga. Karena itu, Amin berharap, agar hubungan yang terjalin antara Pemkab Wonosobo dengan UPN Jogjakarta akan berlanjut ke arah yang lebih positif.
0 Komentar