“Panselnas akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Herman Suryatman kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/9).
Bukan itu saja, pertanyaan yang muncul lainnya seperti pelamar melakukan registrasi di portal sscn.bkn.go.id atau portal mandiri instansi tertulis username tidak ditemukan.
Bila menghadapi persoalan ini, pelamar dapat login ke portal sscn.bkn.go.id atau portal mandiri instansi, dan harus menunggu setidaknya 1x24 jam setelah registrasi di portal panselnas. Jika setelah 1x24 jam masih tidak dapat login, maka silakan mengirimkan email dengan subjek Pengaduan Permasalahan NIK, serta mengisikan kembali data sesuai dengan arahan pada running text portal Panselnas.
Pertanyaan lain, saat melakukan registrasi di portal pansenas tidak ada pilihan instansi yang dituju dalam daftar. Kalau ini yang terjadi, kemungkinan besar berarti instansi tersebut belum membuka pendaftaran atau masih dalam proses.
“Karena itu, silakan selalu melakukan pengecekan pada status dan jadwal di portal panselnas,” imbuh Herman.
Ditambahkan, untuk mengetahui waktu dan berapa lama suatu instansi/pemda membuka pendaftaran pelamar dapat melihat menu status serta jadwal. Namun yang pasti, waktu pendaftaran pada sebuah instansi akan dibuka selama 14 hari terhitung mulai tanggal dibuka di portal panselnas.
Yang repot, kalau pelamar melakukan kesalahan input data saat melakukan registrasi di portal panselnas. Sebab data yang telah diinput tidak dapat diubah kembali.
“Untuk itu peserta harus super hati-hati dalam pengisian data. Pelamar juga tidak dapat membatalkan registrasi pada portal panselnas,” pungkasnya.
Pelamar CPNS Masih tak Percaya dengan Integritas Daerah
JAKARTA - Para pelamar CPNS masih tidak percaya dengan integritas pemerintah daerah dalam rekruitmen pegawai. Meski sudah menggunakan sistem computer assisted test (CAT), para pelamar ini masih ragu akan dipermainkan daerah.
"Enggak ah, saya pilih instansi pusat saja. Lebih objektif dan transparan," kata Via, salah satu pelamar yang memilih mendaftar CPNS di instansi pusat, Senin (1/9).
Sama juga dengan Rangga, mahasiswa lulusan Universitas Padjajaran ini memilih melamar di Kementerian Lingkungan Hidup ketimbang di daerah meski formasi yang disiapkan tidak banyak.
"Puas kalau bisa bersaing secara sehat di instansi pusat. Kalau tidak lolos tidak apa-apa, yang penting sudah ikut tes CAT yang objektif," terangnya.
Baik Via maupun Rangga mengaku tidak percaya dengan daerah. Karena daerah masih bisa mempermainkan data hasil tes-nya. Apalagi ada tes kompetensi bidang (TKB) yang bisa dimainkan datanya oleh pemerintah daerah.
"Kalau di pusat tesnya lebih transparan. Di daerah masih diragukan karena bisa diutak-atik lagi. Terlebih tidak diawasi langsung dari pusat," ujar keduanya kompak.
Sumber : jpnn.com
0 Komentar