WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Somogede, Kecamatan Wadaslintang, Kamis (10/9/2026). Yaitu, warga di Dusun Kaburikan, Karangsari, dan Kajoran yang mengalami keterbatasan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, bantuandisiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekitar 50 kepala keluarga atau 170 jiwa, menggunakan armada tangki BPBD dan PMI. Hal tersebut, sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi kekeringan yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan ketersediaannya. Ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan air, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Kita harus hadir dan mengambil langkah nyata agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Afif.
Lebih lanjut disampaikan, penanganan dampak kekeringan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sesaat. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Distribusi hari ini merupakan bagian dari respons kita terhadap kondisi yang terjadi di Somogede. Kalau kebutuhan masih ada, tentu akan kita lanjutkan. Saya minta BPBD bersama PMI dan jajaran di wilayah terus melakukan pemantauan, sehingga setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pada musim kemarau ini, BPBD Kabupaten Wonosobo juga secara rutin melakukan distribusi air bersih ke berbagai titik yang mengalami keterbatasan sumber air. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan kebutuhan dari wilayah, dengan tujuan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air untuk kebutuhan dasar.
Dalam distribusi kali ini, dua tangki berasal dari BPBD Kabupaten Wonosobo dan satu tangki dari PMI. Bantuan kemudian disalurkan kepada masyarakat di tiga dusun yang menjadi sasaran, dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Untuk mendukung keberlanjutan distribusi, pengambilan air pada trip berikutnya akan dilakukan dari torn yang berada di Kecamatan Wadaslintang dan wilayah Desa Somogede. Pemanfaatan sumber air tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilisasi armada dan mempercepat penyaluran bantuan apabila kebutuhan air bersih masih berlanjut.
Bupati Afif juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak kekeringan. BPBD, PMI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diminta terus berkomunikasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Yang kita perlukan adalah kerja bersama. BPBD dan PMI terus bergerak, tetapi informasi dari pemerintah desa dan masyarakat juga sangat penting. Kalau ada wilayah yang membutuhkan, segera laporkan dan koordinasikan. Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air tetapi tidak segera tertangani,” katanya.
Pemkab Wonosobo akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan air. Distribusi bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi dan skala kebutuhan masyarakat, sehingga ketersediaan air dapat diberikan kepada wilayah yang paling membutuhkan.
Afif berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan.
“Kita berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan warga. Pemerintah akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita tidak ingin warga menghadapi persoalan kekeringan ini sendirian,” pungkasnya.
Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Wonosobo dalam merespons dampak kekeringan sekaligus memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan. Sinergi antara BPBD, PMI, pemerintah wilayah, dan masyarakat akan terus diperkuat agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.