Lewati ke konten utama
1/3

Bupati Wonosobo Serahkan Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1 Ton Lebih di Kepil, Jadi Magnet Perayaan Iduladha Warga

Admin
38 kali dilihat

Suasana Hari Raya Iduladha 1447 H di Dusun Sirembes, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, Rabu (27/5/2026). Ribuan warga memadati kawasan Masjid Al-Mubarok untuk mengikuti Shalat Iduladha sekaligus menyaksikan penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia yang dilakukan langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Momentum tersebut terasa istimewa karena sapi kurban Presiden RI yang diserahkan memiliki ukuran jumbo dengan bobot mencapai sekitar 1 ton 95 kilogram. Hewan kurban jenis Belgian Blue itu menjadi pusat perhatian masyarakat sejak tiba di lokasi menggunakan mobil pickup besar hingga diturunkan menuju area penyembelihan.

Sapi unggulan tersebut merupakan milik peternak asal Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Sriono Edi Subekti, yang akrab disapa Eed. Sebelum ditetapkan sebagai bantuan kurban Presiden untuk Kabupaten Wonosobo, sapi itu telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kualitas fisik, hingga kelayakan distribusi.

Warga tampak antusias mengabadikan momen kedatangan sapi berukuran raksasa tersebut. Anak-anak hingga orang tua memadati area sekitar masjid untuk melihat secara langsung sapi bantuan Presiden yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kepil.

Penyerahan sapi dilakukan usai pelaksanaan Shalat Iduladha berjamaah yang juga dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo, Camat Kepil beserta jajaran Forkopimcam, kepala desa dan perangkat Desa Kaliwuluh, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian sosial, dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Iduladha menjadi spirit penyemangat gotong royong masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Afif.

Ia menambahkan bahwa ibadah kurban sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan syariat penyembelihan hewan ternak, tetapi juga sarana membersihkan diri dari sifat egois dan memperkuat empati sosial.

“Menyembelih hewan ternak bukan sekadar menjalankan ritual syariat, melainkan momentum penting untuk mengikis sifat kikir dan ego pribadi dalam diri kita. Dalam setiap potongan daging yang dibagikan, ada pesan kuat untuk merawat empati agar tidak ada satu pun tetangga yang terlewat dari kebahagiaan hari raya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Afif secara simbolis menyerahkan sapi bantuan Presiden RI kepada panitia dan takmir Masjid Al-Mubarok untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat Dusun Sirembes dan wilayah sekitarnya.

“Saya serahkan satu ekor sapi kurban dari Bapak Presiden. Monggo kepada takmir dan panitia, dagingnya bisa diberikan sesuai rencana kepada masyarakat Sirembes dan sekitarnya,” katanya.

Selain penyerahan hewan kurban, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan jamaah haji asal Wonosobo dan Indonesia yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran hingga kembali menjadi haji yang mabrur.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat pada Iduladha tahun 2026 terjadi peningkatan jumlah bantuan hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Total sebanyak 85 ekor domba dan 7 ekor sapi berhasil disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo.

Dari jumlah tersebut, lima ekor sapi berasal dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, satu ekor dari BAZNAS Kabupaten Wonosobo, dan satu ekor merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Kehadiran sapi kurban Presiden dengan bobot lebih dari satu ton itu tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah, tetapi juga membawa dampak sosial yang besar. Distribusi hewan kurban diharapkan mampu memperluas pemerataan kebahagiaan, membantu pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial antarwarga.

Semangat gotong royong juga terlihat kuat selama proses penanganan sapi jumbo tersebut. Warga bersama panitia bahu-membahu mengatur proses penurunan, pengamanan, hingga persiapan penyembelihan, mencerminkan nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Perayaan Iduladha di Desa Kaliwuluh pun berlangsung hangat dan penuh makna. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi, kegiatan tersebut sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana kekeluargaan yang kental.

 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *