Lewati ke konten utama
1/3

Hari Lahir Pancasila, Momentum Perkuat Integritas dan Semangat Antikorupsi di Wonosobo

Admin
14 kali dilihat

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Wonosobo, Senin (1/6/2026).

Upacara dipimpin Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI dan Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Wonosobo. 

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai dasar bangsa di tengah dinamika pembangunan dan tantangan zaman yang terus berkembang.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebatas simbol negara ataupun dokumen historis yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman hidup yang membimbing arah pembangunan daerah, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjadi landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga berbagai persoalan yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat agar tetap menjadi fondasi dalam menjaga harmoni sosial, memperkokoh semangat gotong royong, dan membangun kehidupan yang adil serta berkeadaban.

“Pancasila mengajarkan kita untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Afif juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan dijalankan dengan prinsip integritas demi menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Bupati Afif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi sebagai bagian dari implementasi nilai luhur Pancasila. Menurutnya, korupsi merupakan ancaman serius yang dapat menghambat pembangunan, merusak kepercayaan publik, serta menggerus nilai-nilai keadilan yang menjadi cita-cita bangsa.

Upaya pemberantasan korupsi, kata Afif, tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah atau aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. 

Kesadaran untuk menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama harus ditanamkan sejak dini dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, mari kita perkuat komitmen untuk menjaga kejujuran, integritas, dan tanggungjawab dalam setiap aspek kehidupan. Bersama kita wujudkan Wonosobo yang bersih dari korupsi dengan semangat ‘Wonosobo Jongasi Korupsi’,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afif mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, harmonis, dan produktif.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila tidak hanya relevan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi panduan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal maupun nasional. Semangat persatuan, keadilan sosial, musyawarah, kemanusiaan, dan ketuhanan harus terus dihidupkan dalam setiap kebijakan, tindakan, dan interaksi sosial masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap semangat kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, pembangunan yang berkeadilan, serta kehidupan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *