Lewati ke konten utama
1/2

Narendra dan Kayla Raih Gelar Duta Wisata 2026 dalam Ajang Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026

Admin
22 kali dilihat

Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menjadi agen perubahan. Karena itu, Pemilihan Mas Mbak Wonosobo menjadi ruang lahirnya generasi muda yang berwawasan, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, dan peduli terhadap kemajuan daerah. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, dalam Grand Final Pemilihan Mas Mbak Wonosobo (PMMW) 2026 yang digelar di Alun-Alun Wonosobo, Jumat (12/6/2026) malam.

Amir Husein menegaskan, konsistensi penyelenggaraan ajang Pemilihan Mas Mbak Wonosobo merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang kelak menjadi wajah Kabupaten Wonosobo di berbagai ruang pengabdian dan prestasi.

Menurutnya, yang dicari dalam ajang tersebut bukan sekadar kemampuan tampil di atas panggung, melainkan putra-putri terbaik daerah yang memiliki wawasan luas, integritas, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kemajuan Kabupaten Wonosobo.

“Pemilihan Mas Mbak Wonosobo merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Sebab kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis,” ujarnya.

Ia berharap, para duta wisata yang terpilih mampu menjadi representasi terbaik Wonosobo sekaligus agen promosi yang kreatif dalam memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada khalayak yang lebih luas. Dengan kreativitas dan semangat yang dimiliki, para duta wisata diharapkan dapat memperkuat citra positif daerah sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata.

Namun demikian, Amir menekankan bahwa peran duta wisata tidak berhenti pada promosi pariwisata semata. Mereka juga diharapkan mampu menjadi mitra pembangunan yang aktif menghadirkan gagasan, inovasi, dan aksi positif bagi masyarakat.

“Kita masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari anak tidak sekolah, stunting, kemiskinan hingga persoalan sosial lainnya. Karena itu, saya berharap para duta wisata dapat turut mengambil peran sesuai kapasitas dan pengaruh yang dimiliki sebagai inspirator sekaligus penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Amir juga mengajak para finalis dan duta wisata untuk turut mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo, termasuk melalui pengembangan kawasan Lima Dieng Baru, penguatan destinasi unggulan, serta pengembangan desa-desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, desa wisata memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus ruang pelestarian budaya lokal. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), masyarakat, dan duta wisata menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan daya saing desa wisata.

Seluruh upaya tersebut, lanjut Amir, sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2025–2045, yakni mewujudkan Wonosobo sebagai pusat agrobisnis dan pariwisata terkemuka di Jawa Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, menyampaikan bahwa Grand Final PMMW 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Muda Berbudaya 2026, sebuah event kolaboratif yang digagas oleh generasi muda kreatif Wonosobo yang tergabung dalam Paguyuban Mas Mbak Wonosobo (PAMMBOS), Around Me, dan Wonosobo Extravaganza Costume Association (WECA).

Festival yang mengusung tema “Swarna Mahardhika Wanasaba” tersebut telah masuk dalam Kalender Event Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.

Kristijadi menjelaskan, Festival Muda Berbudaya 2026 telah dimulai sejak siang hari melalui kegiatan Wonosobo Youth Talent dan dilanjutkan pada malam harinya dengan Grand Final Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026. Adapun pada Sabtu (13/6/2026), rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan penyelenggaraan Wonosobo Kids Fashion Carnival dan Wonosobo Night Fashion Carnival di lokasi yang sama.

Khusus dalam Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026, sebanyak 30 finalis yang terdiri atas 15 finalis Mas dan 15 finalis Mbak telah mengikuti berbagai tahapan seleksi selama hampir satu bulan. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, pembuatan video promosi, tantangan catwalk di area publik, pembekalan pra-karantina, karantina di Desa Wisata Talunombo, motion challenge, penilaian minat dan bakat, preliminary round, visitasi ke Tambi Tea Resort, hingga grand final.

“Duta wisata Wonosobo diharapkan dapat menjadi agen promosi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan melalui berbagai strategi kreatif sesuai bakat, passion, dan kapasitas yang dimiliki. Mereka juga diharapkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Wonosobo yang lebih maju, makmur, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, dewan juri menetapkan pasangan terbaik yang akan mengemban amanah sebagai duta wisata Kabupaten Wonosobo selama dua tahun ke depan.

Juara Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026, Juara Mas Wonosobo 2026 diraih Narendra Istighfaro Ahmad Al Ghani, dan Juara Mbak Wonosobo 2026 diraih Kayla Zahra Ramadhany.

Adapun Wakil I Mas Wonosobo 2026 adalah Mukhammad Syabil Raysha Putra, Wakil I Mbak Wonosobo 2026 Fericha Kirana. Sementara itu, untuk Wakil II Mas Wonosobo 2026 adalah Kholiq Aziz (Wadaslintang), dan Wakil II Mbak Wonosobo 2026 adalah Snada Azahra Amajida (Wonosobo).

Terpilihnya Narendra Istighfaro Ahmad Al Ghani dan Kayla Zahra Ramadhany menandai berakhirnya rangkaian Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Di tengah perubahan pola promosi pariwisata yang semakin bergeser ke ruang digital, para duta wisata dituntut tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta menjadi wajah Wonosobo yang relevan, kreatif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan Pemilihan Mas Mbak Wonosobo 2026 pada akhirnya akan diukur dari kontribusi nyata para duta wisata dalam memajukan sektor pariwisata, melestarikan budaya lokal, serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan membangun Kabupaten Wonosobo.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *