Pemkab Wonosobo, Menghadirkan Pembangunan yang Inklusif, Transparan, dan Berdampak Nyata
Mengusung tema “Satu Detak, Membangun Bersama Masyarakat”, Pemerintah Kabupaten Wonosobo meresmikan hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025 di Plataran Seroja, Desa Tlogo, Kecamatan Garung, Jumat (24/4). Kegiatan ini menjadi wujud pertanggungjawaban publik sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berdampak nyata.
Peresmian dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, kepala desa, serta masyarakat dari Desa Tlogo dan Desa Jengkol yang turut berkontribusi dalam pembangunan, khususnya melalui hibah lahan.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa kerja-kerja pembangunan hadir secara nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi bagaimana proses itu dilakukan dengan melibatkan masyarakat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya anggaran atau jumlah program, melainkan dari sejauh mana dampaknya dalam mempermudah kehidupan masyarakat, mempercepat pergerakan ekonomi, dan meningkatkan akses layanan dasar.
Salah satu capaian yang diresmikan adalah ruas jalan Jengkol–Tlogo sepanjang 1,67 kilometer, yang dibangun selama dua tahun anggaran (2024–2025). Infrastruktur ini diharapkan menjadi pengungkit konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung pengembangan kawasan wisata Telaga Menjer.
“Dengan akses yang semakin baik, kita berharap pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh dan berkembang,” kata Bupati.
Pembangunan jalan ini juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dengan keterlibatan 100 bidang lahan warga yang dihibahkan secara sukarela 68 dari Desa Tlogo dan 32 dari Desa Jengkol.
Afif memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah berkontribusi, menegaskan bahwa pembangunan sejatinya adalah hasil kebersamaan dan rasa memiliki.
“Yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi juga kepercayaan dan harapan. Inilah kekuatan utama pembangunan kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan yang telah selesai harus dijaga dan dirawat bersama agar memberikan manfaat berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk terus melanjutkan pembangunan secara merata dan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan setiap wilayah memiliki akses yang sama terhadap pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus, kita optimistis Wonosobo akan semakin sejahtera, adil, dan makmur,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo, Mohamad Kristijadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa total alokasi anggaran pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp164,6 miliar, yang bersumber dari DAK Fisik, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, DAU, dan sumber lainnya.
Anggaran tersebut dialokasikan secara menyeluruh ke berbagai sektor, antara lain, Infrastruktur dasar (Rp91,9 miliar), untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, irigasi, air minum, sanitasi, serta penataan kawasan publik. Pendidikan dan olahraga (Rp26,1 miliar) guna pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan mulai dari PAUD hingga pondok pesantren, serta fasilitas olahraga.
Selain itu juga untuk Kesehatan (Rp20,4 miliar), berupa peningkatan fasilitas layanan kesehatan, termasuk RSUD KRT Setjonegoro. Perumahan, permukiman, dan perhubungan (Rp21,6 miliar), untuk pengembangan lingkungan, penerangan jalan, marka jalan, dan jalur sepeda.
Selanjutnya, pertanian dan peternakan (Rp963 juta), guna rehabilitasi irigasi usaha tani dan infrastruktur produksi. Terakhir, Kewilayahan (Rp3,5 miliar) untuk pembangunan fasilitas umum seperti ruang terbuka hijau dan balai warga.
Kegiatan peresmian turut dimeriahkan dengan touring hemat energi, fun walk bersama masyarakat, serta pembagian doorprize menarik seperti sepeda motor listrik, mesin cuci, kulkas, dan televisi. Sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Lokasi Plataran Seroja dipilih karena strategis dan berdekatan langsung dengan ruas jalan yang diresmikan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata sekitar.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo tidak hanya menunjukkan capaian pembangunan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa pembangunan daerah dijalankan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
0 Komentar