Lewati ke konten utama
1/3

Usung Tema “Swarna Mahardika”, WNFC 2026 Resmi Diluncurkan

Admin
29 kali dilihat

Pemerintah Daerah (Pemkab) Wonosobo, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo kembali akan gelar Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026, di Alun-alun Wonosobo.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, saat acara sosialisasi, Selasa, (04/05/2026), di Pendopo Selatan, menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah “Swarna Mahardika”. Tema tersebut, menggambarkan Wonosobo sebagai daerah dengan potensi yang berwarna-warni, mulai dari budaya, pariwisata, hingga kreativitas masyarakat, dengan tetap menyatu untuk kesejahteraan bersama.

“Tema besar Swarna Mahardika ini bermakna bahwa kita memiliki potensi yang beragam, tetapi semuanya adalah satu kesatuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan Wonosobo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan enam kostum ikonik yang terbagi dalam tiga kategori defile, yakni Mahardika Paksi, Mahardika Puspa, dan Mahardika Kidung Wanasaban. Ketiganya merepresentasikan kekayaan alam, flora, fauna, serta kearifan lokal Wonosobo yang dikemas dalam karya fashion kreatif.

Rangkaian kegiatan WNFC 2026 akan dipadukan dengan Festival Muda Berbudaya serta pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Wonosobo, yang dijadwalkan 12 Juni 2026, dengan puncak acara 13 Juni 2026, di Alun-alun Wonosobo.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga menghadirkan inovasi melalui Wonosobo Kids Fashion Carnival yang akan berlangsung pagi hingga siang hari di tanggal yang sama. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi tingginya minat peserta anak-anak sekaligus mempertimbangkan faktor kenyamanan.

“Antusiasme anak-anak sangat luar biasa, sehingga kami akomodasi dalam sesi khusus di siang hari. Jadi malam harinya tetap fokus pada Wonosobo Night Fashion Carnival,” jelas Fatonah.

Selain itu, panitia juga melakukan perubahan rute karnaval berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Rute tahun ini dirancang lebih pendek dan relatif lebih datar guna mengatasi kendala pencahayaan dan kondisi jalan.

Rute karnaval akan dimulai dari area Kantor DPRD, melintasi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Keranggan, sebagian Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, hingga berakhir di Jalan Merdeka dan halaman Pendopo Kabupaten. Peserta akan melakukan atraksi di depan panggung VIP sebelum mencapai garis akhir.

Fatonah juga menyampaikan optimisme terhadap meningkatnya partisipasi dari luar daerah. Sejumlah kota seperti Semarang, Grobogan, Surakarta, Jember, hingga Banyuwangi telah menunjukkan minat untuk berpartisipasi.

“Harapannya tahun ini peserta dan pengunjung dari luar Wonosobo akan semakin banyak, sehingga dampak promosi pariwisata juga semakin luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa WNFC merupakan salah satu event kreatif unggulan daerah yang terus didorong untuk berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“WNFC bukan sekadar ajang karnaval, tetapi ruang ekspresi kreativitas yang melibatkan banyak elemen, mulai dari pelajar, seniman, pelaku usaha, hingga komunitas. Kami berharap event ini terus berkembang, semakin berkualitas, dan mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, serta memperkuat citra pariwisata Wonosobo di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan WNFC, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan peningkatan kunjungan wisatawan.

Pendaftaran peserta WNFC 2026 dibuka mulai 8 Mei hingga 8 Juni 2026. Kegiatan ini bersifat kompetisi dan terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar daerah, dengan penekanan pada kualitas karya yang ditampilkan.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dihadirkan, WNFC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif serta kebanggaan masyarakat Wonosobo.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *